Hutan Pinus dan Sungai Jernih Kampoeng Ciherang Jadi Saksi Kekompakan Jurnalis Hukum Bandung

Jabar News Terkini

SUMEDANG, KABARBANDUNG.COM – Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan meninggalkan kawasan Jatinangor pada Minggu pagi, 31 Mei 2026.

Udara yang masih segar dan lalu lintas yang belum terlalu padat menjadi awal perjalanan puluhan anggota Jurnalis Hukum Bandung (JHB) menuju Kampung Wisata Ciherang, salah satu destinasi alam yang sedang berkembang di Kabupaten Sumedang.

Bagi sebagian orang, touring mungkin sekadar perjalanan wisata. Namun bagi JHB, kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas.

Selain menjadi sarana rekreasi, touring juga menjadi momentum memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, dan menjaga soliditas organisasi yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas peliputan berbagai peristiwa hukum di Jawa Barat.

Perjalanan menuju Kampung Ciherang ditempuh dari Jatinangor melalui jalur yang membelah kawasan perbukitan Tanjungsari.

Semakin mendekati lokasi, suasana perkotaan perlahan tergantikan oleh hamparan pepohonan hijau, lahan pertanian warga, serta udara pegunungan yang terasa semakin sejuk.

Kampoeng Ciherang, Oase Hijau di Selatan Sumedang

Setibanya di lokasi, rombongan langsung disambut suasana alam yang masih terjaga. Kampung Wisata Ciherang berada di kawasan hutan produksi Perhutani yang dikelola sebagai destinasi wisata berbasis alam oleh masyarakat setempat.

Lokasinya dikenal karena memiliki kombinasi lengkap antara hutan pinus, sungai alami, bebatuan besar, area terbuka hijau, serta panorama lembah yang memanjakan mata.

Tidak heran jika kawasan ini kerap menjadi tujuan wisata keluarga, komunitas pecinta alam, hingga rombongan pelajar yang ingin merasakan suasana alam terbuka.

Di bawah rindangnya pohon pinus yang menjulang tinggi, udara terasa jauh lebih dingin dibanding kawasan perkotaan Bandung maupun Jatinangor. Sesekali suara aliran sungai berpadu dengan kicauan burung liar menciptakan suasana yang menenangkan.

Kampung Ciherang juga dikenal memiliki sejumlah fasilitas wisata yang terus berkembang, mulai dari area camping ground, jalur tracking ringan, gazebo, wahana permainan keluarga, hingga berbagai spot fotografi berlatar hutan dan perbukitan.

Keberadaan destinasi ini menjadi bukti bahwa wisata alam berbasis konservasi masih memiliki daya tarik kuat di tengah maraknya pembangunan kawasan wisata modern.

Menikmati Alam, Menguatkan Persaudaraan
Ketua Jurnalis Hukum Bandung, Suyono, mengatakan kegiatan touring sengaja dirancang bukan sekadar untuk berwisata, melainkan menjadi ruang kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Menurutnya, profesi jurnalis sering kali menuntut mobilitas tinggi dan tekanan pekerjaan yang tidak ringan. Karena itu, diperlukan kegiatan yang mampu menjaga hubungan antaranggota tetap harmonis.

“Di lapangan kami sering bertemu dalam berbagai tugas peliputan. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antaranggota bisa semakin dekat. Komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam organisasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris JHB, Yedi Supriadi. Ia menilai kegiatan luar ruang seperti touring menjadi cara efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat kebersamaan.

Di sela-sela kegiatan, para anggota tampak menikmati suasana alam dengan berbagai cara. Ada yang berjalan menyusuri aliran sungai, menikmati kopi hangat di warung warga, berburu foto lanskap, hingga sekadar duduk santai di bawah rindangnya pepohonan pinus sambil berdiskusi mengenai berbagai isu yang sedang berkembang.

Suasana akrab dan penuh canda mewarnai hampir seluruh rangkaian kegiatan. Tidak ada sekat antara anggota senior maupun anggota yang baru bergabung. Semua larut dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna.

Wisata yang Menghidupkan Ekonomi Warga
Selain menawarkan keindahan alam, Kampung Wisata Ciherang juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan membuka peluang usaha bagi warga melalui warung makan, kios jajanan, penyewaan perlengkapan camping, hingga jasa pemandu wisata.

Pengelola kawasan, Arifin, menjelaskan bahwa keberlangsungan wisata sangat bergantung pada keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kenyamanan pengunjung.

Karena itu, pihak pengelola terus berupaya menjaga kebersihan kawasan serta memastikan keamanan wisatawan selama berada di area hutan dan sungai.

“Kami ingin wisata ini tetap menjadi tempat yang nyaman untuk semua pengunjung. Alam harus dijaga karena itulah daya tarik utama Kampung Ciherang,” ujarnya.

Dukungan Mitra dan Harapan Ke Depan
Kegiatan touring JHB kali ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk bank bjb yang selama ini menjalin hubungan baik dengan komunitas jurnalis di Jawa Barat.

Penasehat JHB, Alif Nur Anhar, mengapresiasi seluruh anggota dan mitra yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, organisasi yang sehat tidak hanya dibangun melalui rapat dan program kerja, tetapi juga melalui momen kebersamaan yang mampu memperkuat rasa saling percaya antaranggota.

“Soliditas tidak lahir begitu saja. Ia harus dirawat melalui komunikasi, kebersamaan, dan rasa saling menghargai. Touring seperti ini menjadi salah satu cara untuk menjaga itu semua,” katanya.

Menjelang sore, satu per satu anggota mulai bersiap kembali ke Bandung. Namun sebelum pulang, sebagian besar menyempatkan membeli makanan dan oleh-oleh dari pedagang sekitar sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.

Perjalanan ke Kampung Wisata Ciherang akhirnya bukan hanya menjadi agenda rekreasi semata.

Di tengah kesejukan hutan pinus dan jernihnya aliran sungai pegunungan, para jurnalis menemukan kembali makna sederhana tentang persahabatan, kebersamaan, dan pentingnya menjaga hubungan baik di tengah kesibukan profesi yang mereka jalani setiap hari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *