INDRAMAYU, KABARBANDUNG.COM — Bupati Indramayu, Lucky Hakim melakukan kunjungan di areal Program Modern-Agriculture Advanced System (PM-AAS) Desa Plosokerep Blok Suket Baju Kecamatan Terisi.
Program PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang diadopsi dari Arkansas Amerika Serikat, menjadi pilot project nasional yang dilaksanakan di 14 Provinsi termasuk Kabupaten Indramayu yang manjadi salah satu lokasi utama di Jawa Barat selain Kabupaten Subang.
Salah satu langkah mempertahankan predikat itu, yakni dengan melakukan gerakan tanam perdana program PMAAS seluas 100 hektar yang dilaksanakan di Blok Suket Baju Desa Ploso Kerep Kecamatan Terisi.
Program tersebut terdiri dari 70 hektar lahan OPLA (Optimalisasi Lahan) dan 30 hektar lahan reguler.
Menurut Husnain, selaku Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mengatakan, ini program yang menerapkan 3 teknologi modern pertanian, melalui mekanisme alat, efesiensi penggunaan pupuk dan air serta pola tanam rapat untuk meningkatkan hasil produksi.
Ditargetkan, hasil panen bisa mencapai 10 ton per hektar, Kabupaten Indramayu memiliki luasan lahan sawah terbesar di Indonesia sehingga di harapkan dapat menjadi andalan pertanian nasional.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Moderenisasi Pertanian (BRMP) Jawa barat, Dr. Detia Tri Yunandar menjelaskan total lahan di Desa Plosokerep mencapai 100 hektar yang di bagi ke dalam 4 titik kegiatan, untuk 30 hektar lahan reguler di bagi menjadi tiga aktifitas yaitu lima hektar kegiatan tanam, kemudian di bagian utara di lakukan penyemprotan herbisida menggunakan drone spraye dan 20 hektar lainya masih dalam proses pengolahan lahan.
Dr. Detia menyebutkan, program ini melibatkan 83 anggota kelompok tani yang tergabung dalam 10 poktan dan 1 Brigade pangan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim memberikan apresiasi kepada Kementrian Pertanian dan semua pihak atas berbagai bantuan serta dukungan yang di berikan kepada Kabupaten Indramayu.
Adanya program tersebut, maka akan membantu petani supaya proses tanam menjadi lebih cepat dan efisein, apabila tidak melakukan moderenisasi pertanian berakibat stagnan produksinya. ***
