Sekda Sumedang Tegaskan Kedisiplinan dan Implementasi Nilai BerAKHLAK bagi ASN

Jabar News Terkini

KABARBANDUNG.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, memberikan teguran keras terkait kedisiplinan dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Penekanan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di Lapangan Setda Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).Senin (14/9).

Dalam arahannya, Sekda menyoroti tingginya angka ketidakhadiran pegawai dalam pelaksanaan apel pagi, di mana tercatat hampir 30 ASN absen di beberapa bagian. Menanggapi fenomena tersebut, Tuti meminta para kepala bagian dan atasan langsung untuk mengambil langkah evaluasi tegas tanpa kompromi. Ia menekankan pentingnya membedakan perlakuan antara pegawai yang berhalangan hadir karena sakit dan yang absen akibat kelalaian. Pegawai yang sakit didoakan agar lekas sembuh, sementara pegawai yang malas dipastikan akan menerima pembinaan khusus.

Tuti menegaskan bahwa apel pagi bukanlah sekadar seremoni rutinitas, melainkan cerminan dari budaya kerja ASN. Peran Sekretariat Daerah dinilai sangat vital sebagai pusat perumusan kebijakan serta penunjang utama kinerja pimpinan daerah. Oleh karena itu, setiap pegawai diminta untuk tidak meremehkan tugas sekecil apa pun, termasuk dalam pengelolaan administrasi. Penundaan pengerjaan satu surat penting selama satu hari saja dapat berdampak siginifikan terhadap proses pengambilan keputusan strategis pimpinan.

Sejalan dengan hal tersebut, Tuti mengimbau seluruh jajaran ASN untuk tidak sekadar menghafal nilai-nilai dasar (core values) BerAKHLAK saat apel pagi, melainkan wajib mengimplementasikannya secara nyata dalam tugas pelayanan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa nilai Berorientasi Pelayanan harus dibuktikan melalui kinerja yang optimal, sedangkan nilai Akuntabel diwujudkan lewat rasa tanggung jawab yang tinggi, baik secara administratif maupun moral. Kedisiplinan dalam penyelesaian administrasi keuangan dan pelaporan kerja, seperti Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta Laporan Kinerja Harian (LKH), menjadi krusial agar tidak menumpuk di kemudian hari.

“Namanya laporan kinerja harian, ya harus dikerjakan harian. Jangan ditumpuk, karena ujung-ujungnya kita lupa apa yang sudah kita kerjakan,” tegas Tuti.

Lebih lanjut, ia mengingatkan hakikat peran ASN yang bekerja sepenuhnya untuk kepentingan negara dan masyarakat, bukan demi kepentingan individu atau pejabat tertentu. Loyalitas dan dedikasi ASN diharapkan tetap teguh meskipun terjadi rotasi, mutasi, maupun pergantian kepemimpinan.

Mengakhiri arahannya, Tuti mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi diri secara mandiri dengan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang disediakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), salah satunya melalui platform Learning Management System (LMS).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *