Sepasang Bayangan di Balik Kaca, Hanya Buah Pikiran “Sawang Sinawang”

Oleh: Siti Amilah (Miel) Di sudut warung kopi bambu yang mulai ditinggalkan pengunjungnya, kabut tipis merayap turun dari lereng bukit. Hawa dingin perlahan menerobos celah anyaman dinding, menembus pakaian tebal Tirto dan menusuk hingga ke sumsum tulang. Tirto duduk menyendiri. Jemarinya yang kasar dan dipenuhi bekas luka kerja keras meremas cangkir seng bertuliskan bunga-bunga pudar. […]

Continue Reading