Yuslita Sumarni Bilqis Resmi Pimpin Golkar Sumedang, Targetkan Kursi DPRD Bertambah di 2029

Jabar News Terkini

SUMEDANG, KABARBANDUNG.COM – Yuslita Sumarni Bilqis resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang periode 2025–2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang.

Musda XI tersebut berlangsung di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (6/10/2026).

Usai ditetapkan sebagai ketua, Yuslita Sumarni Bilqis menegaskan langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi partai mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

“Kita akan memperkuat konsolidasi dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. Karena kita punya waktu hanya dua tahun untuk persiapan Pileg dan Pilkada,” ujar Yuslita.

Ia mengatakan, dirinya akan segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan konsolidasi berjalan hingga ke tingkat akar rumput.

“Bunda akan secepatnya turun, langsung sampai ke akar,” katanya.

Yuslita mengaku bersyukur sekaligus terharu karena mendapat kepercayaan untuk memimpin Partai Golkar di Kabupaten Sumedang. Terlebih, dalam proses Musda tersebut terdapat sejumlah kader terbaik Partai Golkar yang juga memiliki kapasitas untuk memimpin partai.

“Luar biasa, bahagia dan tidak menyangka. Ternyata seorang perempuan bisa dipercaya untuk memimpin partai yang sebesar ini di Kabupaten Sumedang. Kandidat putra-putra Golkar terbaik, semuanya juga terbaik. Ini perjalanan takdir Bunda yang akhirnya bisa dihantarkan menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.

Menurutnya, terpilihnya dirinya bukan kemenangan kelompok tertentu. Ia menegaskan seluruh kader harus kembali bersatu dan menghilangkan sekat-sekat yang sempat ada dalam proses Musda.

“Ini bukan kemenangan satu kelompok, tapi kemenangan bersama-sama. Sekarang tidak ada kubu A, kubu B, kubu C. Semua sama tujuannya untuk membesarkan Partai Golkar dan memenangkan pemilu serta pilkada yang akan datang,” tegasnya.

Tak Berambisi, Jalani Amanah dengan Baik

Ditanya mengenai apakah dirinya sejak awal memiliki ambisi untuk menjadi Ketua DPD Golkar Sumedang, Yuslita mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengejar jabatan tersebut.

“Justru segala sesuatu yang tidak didasari ambisi dan diniatkan dengan niat baik, semua tanpa kita kejar akan jatuh sendiri,” tuturnya.

Yuslita juga menyampaikan apresiasi kepada suaminya, Opik, yang menurutnya memiliki peran besar dalam perjalanan dirinya memasuki dunia politik.

“Kalau Pak Opik jangan diragukan lagi. Beliau politisi. Justru Bunda dibawa ke politik itu karena beliau. Bunda basic-nya pengusaha,” ujarnya.

Ia mengaku awalnya cukup terkejut ketika didorong untuk terjun ke dunia politik hingga akhirnya dipercaya menjadi anggota DPRD. Setelah itu, ia kembali mendapat amanah memimpin organisasi Al-Hidayah.

“Dulu kehidupan Bunda bebas, tidak ada aturan. Ternyata ketika didorong masuk DPRD, tiga bulan itu masih terus berdiskusi. Akhirnya Bunda terjun ke dunia politik menjadi anggota DPRD,” katanya.

“Dari sana, satu tahun kemudian Bunda juga dipilih menjadi Ketua Al-Hidayah yang memimpin organisasi pengajian yang besar. Sekarang satu tahun kemudian dipercaya lagi memimpin Partai Golkar Kabupaten Sumedang,” sambungnya.

Menurut Yuslita, berbagai amanah tersebut merupakan ujian sekaligus kesempatan untuk memberikan manfaat.

“Kayaknya setiap tahun ada tugas berat bagi Bunda. Tapi meskipun berat, hakikatnya ini adalah ujian dari Allah, tetapi mulia bagi Bunda. Insya Allah Bunda akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Target 2029, Golkar Kembali Pimpin DPRD Sumedang

Untuk menghadapi Pemilu 2029, Yuslita menargetkan Partai Golkar Kabupaten Sumedang mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif.

Ia menyebut, konsolidasi internal menjadi salah satu strategi utama untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Sumedang.

“Untuk strategi 2029, pertama kita harus sukses dulu di pemilu. Kita harus menaikkan lagi, yang tadinya kita pemenang pemilu dengan 10 kursi,” ujarnya.

Yuslita optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui soliditas seluruh kader, mulai dari pengurus partai, fraksi, pimpinan kecamatan hingga para tokoh dan sesepuh Partai Golkar.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya sosok Bunda dan kerja sama dengan teman-teman fraksi yang solid, dari semua fraksi, PK sampai PD, sampai tokoh Golkar dan para sesepuh yang sekarang kompak lagi dan mau bergabung ke Partai Golkar kembali, ini akan menaikkan kursi Golkar,” katanya.

Ia bahkan menargetkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2029 dapat menembus lebih dari 14 kursi sehingga kursi Ketua DPRD Kabupaten Sumedang kembali dapat dipimpin Partai Golkar.

“Mudah-mudahan pada pemilu nanti Ketua DPRD Kabupaten Sumedang bisa dipimpin lagi oleh Golkar dan kursinya bisa lebih dari 14,” pungkas Yuslita. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *